PKM PENDAMPINGAN POSYANDU LANSIA DI RW I KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG

oktaviani cahyaningsih, Indah Sulistyowati, Novita Alfiani

Abstract


 Abstak

 

Pertambahan usia dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular, merupakan faktor utama penyebab penurunan fungsi kognitif yang kelak akan meningkatkan penyakit pada kelompok Lansia. Berbagai upaya kesehatan yang komprehensif harus dilaksanakan  yang  tujuan untuk menurunkan angka kesakitan pada lansia. Di wilayah Kelurahan Tambakharjo Wilayah Kerja Puskesmas Lebdosari terutama diwilayah RW I terdapat berbagai penyakit yang rata-rata diderita oleh para lansia seperti Jantung, Hipertensi, Diabetes Militus, Stroke bahkan ada beberapa diantaranya meninggal mendadak tanpa mengetahui penyakit yang ternyata sudah diderita. Maka perlu dilakukan deteksi dini untuk menyiapkan para lansia terhadap keluhan atau penyakit yang sudah mulai muncul maupun yang belum muncul melalui kegiatan yang bisa dilakukan dan dilaksanakan secara mandiri dimasyarakat melalui kegiatan posyandu lansia.

Upaya pembentukan posyandu lansia yaitu terdiri dari pelaksana kegiatan dan pengelola Posyandu. Dalam  merealisasikan pembentukan posyandu lansia diperlukan langka-langkah  yaitu : Ceramah yang terkait dengan konsep dan teori posyandu lansia, Praktek yang terkait dengan peningkatan ketrampilan  kader, Vidio dan Foto untuk menggambarkan kadaan  kesehatan kesehatan lansia, Role Play yaitu latihan bergantian diantara peserta pelatihan, Studi Kasus dan diskusi yang terkait kesehatan lansia, evaluasi untuk memahami pemahaman peserta pelatihan mengenai materi pelatihan, serta Pendampingan pelaksanaan posyandu  lansia.

Terbentuknya  kader kesehatan dari masing-masing RT di RW I yang ditunjuk oleh masyarakat dimana kader yang sudah dibentuk akan dapat mengaktifkan kegiatan lansia, terutama dalam melakukan deteksi dini status kesehatan lansia. Terbentuknya kader posyandu lansia dan meningkatnya ketrampilan kader dalam melakukan deteksi kesehatan pada lansia. Harapannya setelah terbentuknya kader posyandu lansia terjadi peningkatan keperdulian dan partipasi dari para masyarakat lansia setiap bulannya pada saat penyelenggaraan kegiatan posyandu lansia.

 

Kata Kunci : Kader, Lansia, Posyandu Lansia

 

Abstract

 

         Age and increase in the prevalence of non-communicable diseases, are the main factors causing a decrease in cognitive function which will increase the disease in the elderly group. Various comprehensive health efforts must be carried out with the aim of reducing morbidity in the elderly. In the Tambakharjo sub-district, the Lebdosari Community Health Center, especially in the RW I area, has a variety of diseases that are mostly suffered by the elderly, such as heart disease, hypertension, diabetes mellitus, stroke, and even some of them died suddenly without knowing the disease that was already suffered. So early detection to prepare the elderly for complaints or diseases that have started to emerge or those that have not yet emerged through activities that can be carried out and carried out independently in the community through the activities of the elderly posyandu.

         Efforts to establish an elderly Posyandu, which consists of implementing activities and managers of Posyandu. In realizing the formation of the elderly posyandu required rare steps, namely: Lectures related to the concepts and theories of the elderly posyandu, practices related to improving cadre skills, video and photos to describe the health condition of elderly health, Role Play is alternating training among trainees, Case Studies and discussions related to elderly health, evaluations to understand trainees, understanding of the training material, as well as the assistance of the implementation of the elderly posyandu.

         The formation of health cadres from each RT in RW I appointed by the community where cadres that have been formed will be able to activate the activities of the elderly, especially in conducting early detection of the health status of the elderly. The formation of elderly posyandu cadres and the increased cadre skills in conducting health detection in the elderly. It is hoped that after the formation of the elderly Posyandu cadres there will be an increase in the care and participation of the elderly community each month during the holding of the elderly Posyandu activities.

 

Keywords: Cadre, Elderly, Elderly Posyandu

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Darmojo, Boedhi,et al.2000.Beberapa masalah pen-yakit pada Usia Lanjut.Jakarta: Balai Pen-erbit FKUI. Lueckenotte. 1997.

Departemen Sosial RI. Badan Pelatihan dan Pengembangan Sosial, Pusat Penelitian Permasalahan Kesejahteraan So-sial.Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Indone-sia, 2005.

Depkes RI. 2006. Pedoman pelatihan kader ke-lompok usia lanjut bagi petugas kesehatan. Direktorat kesehatan keluarga.

Effendi, Nasrul, 1998. Dasar-Dasar Perawatan Kesehatan Masyarakat, Jakart. EGC.

Efendi dan Makhfudli. Perawatan Kesehatan Komuni

tas dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba, 2009

Soeweno, Inten. Pedoman pelaksanaan posyandu lanjut usia, Komisi Nasional Lanjut Usia, 2010

Maryam, Siti dkk. Mengenal Usia Lanjut dan Perawa-tannya, Jakarta: Salemba Medika, 2008

Santoso, Hanna dan Ismail, Andar. Memahami Krisis Lanjut Usia, Jakarta: Gunung Mulia, 2009

Pengkajian Gerontologi edisi 2.EGC: Jakar-tawww.google.com.

Tamher.S, Kesehatan dan Noorkasiani. UsiaLanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan, Jakarta: Salemba, 2009




DOI: https://doi.org/10.33660/jipmk.v1i2.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.